News & Stories - Page 25 of 33 - Greenpeace Indonesia
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
Filtered results
-
Ganti Rugi 18,9 Triliun Terkait Kasus Kebakaran dan Kerusakan Hutan Gagal Dibayar Sejumlah Perusahaan, Pemerintah Harus Mengambil Langkah Tegas
Mengapa para pemilik perusahaan-perusahaan besar ini tidak dipaksa untuk membayar denda mereka atau menyita aset perusahaan.
-
Putusan Komisi Informasi Pusat: Sepakat Mediasi, KLHK Membuka Pintu untuk Greenpeace Telusuri Informasi Jual-Beli Lahan Sawit Ilegal
Sesuai kesepakatan mediasi mewajibkan KLHK memfasilitasi Greenpeace untuk mengkonfirmasi secara langsung data tersebut dengan mantan pejabat KLHK yaitu Prof. San Afri Awang dan Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan.
-
Terobosan baru Wilmar Agar Para Perusak Hutan Tidak Dapat Bersembunyi
Pedagang minyak kelapa sawit terbesar dunia asal Singapura, Wilmar International, telah mempublikasikan rencana aksi terperinci untuk memetakan dan memantau semua pemasoknya.
-
Saya Tidak Bisa untuk Tidak Menangis Ketika Berpikir Tentang Kehancuran yang Telah Saya Saksikan di Negara Saya, Indonesia
Ini berisiko, dan menduduki sisi kapal itu sulit, tetapi tidak mengambil tindakan itu justru lebih berisiko bagi bumi kita, dan saya tidak bisa diam lagi.
-
Pengiriman minyak Sawit Menuju Eropa Tertunda oleh Greenpeace Selama Lebih dari 24 Jam
Para aktivis kami telah ditahan karena berbicara tentang kebenaran kepada perusahaan-perusahaan destruktif seperti Wilmar yang mengirimkan minyak sawit kotor dari perusak hutan ke supermarket dan rumah kami.
-
Apa yang dilakukan Oreo, Mondelez, Wilmar terhadap Orang Utan?
Mondelez pembuat Oreo mendapatkan banyak minyak sawit kotor ini dari Wilmar International – pedagang minyak sawit terbesar dan terkotor di dunia.
-
Enam Aktivis Greenpeace Ditangkap Saat Beraksi Menduduki Kapal Bermuatan Minyak Sawit Kotor Wilmar Menuju Eropa
Kapal Stolt Tenacity, yang membawa muatan minyak sawit kotor dari Indonesia ke Eropa dinaiki dengan aman dan damai oleh sejumlah relawan Greenpeace yang berasal dari beberapa negara, termasuk Indonesia.
-
Perusahaan Biskuit Oreo Masih Menggunakan Minyak Sawit yang Berasal dari Perusakan Habitat Orang Utan di Indonesia
Pemasok minyak sawit untuk makanan ringan raksasa Mondelez telah terkait perusakan hampir 25.000 hektar habitat orangutan di Indonesia hanya dalam dua tahun, berdasarkan analisis pemetaan terbaru.
-
Minyak Sawit: Apa Yang Perlu Kita Ketahui
Dalam beberapa bulan terakhir, kami telah meningkatkan kampanye untuk mendorong agar merek-merek membersihkan pasokan minyak sawit mereka dari deforestasi. Inilah semua yang perlu kita ketahui tentan minyak sawit.
-
Seni Jalanan Karya 20 Seniman di Berbagai Kota Besar Dunia, Sebagai Pesan untuk Mengakhiri Deforestasi Akibat Kelapa Sawit
Para seniman menggunakan dinding kota sebagai kanvas mereka, mencuri perhatian publik soal adanya kerusakan hutan yang terjadi di Indonesia dan Papua Nugini oleh perkebunan kelapa sawit.













