News & Stories - Page 5 of 33 - Greenpeace Indonesia
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
Filtered results
-
Perdagangan karbon tidak akan menyelamatkan planet ini, saatnya untuk solusi iklim yang nyata
Perdagangan 'kredit kompensasi karbon' tidak akan menghentikan emisi memasuki atmosfer yang semakin menghangatkan dunia kita – pasar karbon hanyalah kedok untuk menghentikan emisi tersebut muncul di buku catatan pencemar.
-
Mahkamah Agung Tolak Kasasi Suku Awyu, Perjuangan Selamatkan Hutan Papua Kian Berat
Siaran Pers Koalisi Selamatkan Hutan Adat Papua Jakarta, 1 November 2024. Pejuang lingkungan hidup dari suku Awyu, Hendrikus Woro, dan Koalisi Selamatkan Hutan Adat Papua kecewa atas putusan Mahkamah Agung…
-
Hadir di Ubud Writers & Readers Festival, Greenpeace Luncurkan Seri Buku Anak tentang Krisis Iklim
Greenpeace Indonesia resmi meluncurkan seri buku cerita bergambar untuk anak-anak tentang litigasi iklim ke publik di sela-sela Ubud Writer and Reader Festival.
-
COP16: Menanti Komitmen Nyata untuk Masyarakat Adat dan Keanekaragaman Hayati
Sebagai salah satu negara yang menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 komunitas masyarakat adat dan berbagai spesies endemik terbanyak, pemerintah perlu mendukung akses langsung bagi masyarakat adat dan lokal terhadap pendanaan perlindungan keanekaragaman hayati.
-
COP16 Keanekaragaman Hayati PBB adalah momen penentu bagi perlindungan alam
Dekade menjelang tahun 2030 ini merupakan dekade yang sangat penting bagi kehidupan di Bumi: apakah kita akan membantu Bumi menyembuhkan dirinya sendiri dan menopang kita semua? Atau apakah kita akan…
-
Klaim Penurunan Karhutla, Prestasi atau Ilusi?
Walau pemerintah mengklaim adanya keberhasilan dalam menekan angka karhutla, berbagai laporan menunjukkan bahwa masalah ini masih jauh dari selesai, dan kebakaran terus menerus memberikan dampak serius pada ekosistem serta kehidupan masyarakat.
-
Membangun Kembali yang Dilalap Api
Cerita dari Pralensa, warga Desa Lebung Itam, OKI, Sumatera Selatan, yang menjadi korban kabut asap serta kebakaran hutan dan lahan gambut.
-
Rusak Alam Hilang Peradaban
Foto cerita tentang warisan budaya Desa Bangsal di Sumatera Selatan yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan gambut.
-
Babak Baru Perjuangan untuk Merdeka dari Asap: 12 Warga Sumsel Gugat Korporasi
Dua belas warga Sumatera Selatan menggugat tiga perusahaan atas terjadinya kabut asap akibat karhutla.













