News & Stories - Page 27 of 33 - Greenpeace Indonesia
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
Filtered results
-
Hari Orangutan Sedunia: Klaim Pemerintah Soal Peningkatan Jumlah Orangutan Dibantah Ilmuwan
Dalam laporan terbaru KLHK, 'Keadaan Hutan Indonesia 2018’, menyebutkan jumlah orang utan telah meningkat, bertentangan dengan temuan tim ilmuwan yang mempublikasikan penelitian / tinjauan sejawat mereka pada bulan Maret.
-
Setahun Lebih Pemerintah Mengabaikan Putusan Mahkamah Agung, Koalisi Masyarakat Sipil Menganugerahkan Trofi kepada ATR/BPN sebagai Lembaga yang Tidak Transparan
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keterbukaan Informasi menganugerahkan trofi kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN) sebagai lembaga negara yang paling tertutup
-
10 Fakta tentang Orangutan
Selamat Hari Orangutan Sedunia! Pernah bertanya-tanya di mana orangutan tidur? Atau dari mana nama mereka berasal? Berikut adalah 10 fakta menarik tentang Orangutan yang dapat membuat teman kamu terkesan.
-
Menelusuri Keindahan Hutan Sungai Putri yang Terluka
Hutan kita adalah masa depan kita. Tidak hanya orangutan yang akan kehilangan rumahnya jika hutan menghilang, tapi juga kehidupan manusia pun akan terancam, karena hutan adalah sumber kehidupan kita.
-
Hutan Seluas Dua Kali Lipat Ukuran Kota Paris Dihancurkan Perusahaan Kelapa Sawit Terbesar Dunia
Hasil investigasi Greenpeace Internasional terbaru mengungkap keterlibatan Wilmar International, perusahaan minyak sawit terbesar dunia yang masih terlibat praktik pengrusakan hutan di Indonesia meski telah berkomitmen mengakhiri deforestasi sekitar lima tahun lalu.
-
Lebih Dari 1000 Orang Utan Kembali Terancam Oleh Pengrusakan Hutan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni ditandai dengan situasi kritis keberlangsungan hidup orang utan di lanskap Sungai Putri, Ketapang, Kalimantan Barat.
-
Greenpeace Putuskan Hubungan Setelah APP/Sinar Mas Terkait Kembali Praktik Deforestasi
Penelusuran Greenpeace Internasional melalui analisis pemetaan terbaru mengungkapkan hampir 8.000 hektar hutan dan lahan gambut telah ditebangi di dua konsesi yang terkait dengan APP dan perusahaan induknya Sinar Mas sejak 2013.
-
Harmoni Hutan dengan Masyarakat di Tanah Papua
Nama kampung Manggroholo dan Sira mungkin masih terdengar asing di telinga banyak orang. Pertama kalinya di Tanah Papua, kedua kampung ini pada Maret 2017, mendapatkan Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD).
-
Perusahaan Ritel Inggris Menghentikan Penggunaan Bahan Baku Minyak Sawit Pada Produknya, Akibat Sistem Bisnis Kelapa Sawit Masih Merusak Hutan
Ini bukanlah perang dagang minyak kedelai atau minyak bunga matahari dengan sawit seperti yang kerap didengungkan oleh berbagai pihak yang mencoba menutupi realita kerusakan hutan akibat sawit, dan menikmati keuntungan dari perusakan tersebut. Andai saja sejak awal para produsen minyak kelapa sawit transparan, menetapkan standar kuat dan beritikad baik mereformasi diri, risiko kehilangan pasar dunia…
-
Upaya Pemerintah Menurunkan Ketimpangan Penguasaan Hutan Belum Sepenuhnya Memihak Masyarakat
Jika mencermati angka pelepasan lahan, TORA ini lebih mengutamakan kepentingan pembangunan perkebunan skala besar ketimbang keberpihakan terhadap petani gurem atau petani yang tak memiliki tanah dan masyarakat adat.











